Thursday, January 23, 2014

Li-Fi (Light Fidelity)



 
Perangkat Wi-Fi mungkin sudah menjadi hal yang sudah biasa bagi kita dan sering kita gunakan untuk menerima dan memancarkan data dengan memanfaatkan gelombang radio. Namun berbeda dengan Li-Fi, perangkat ini menggunakan cahaya lampu di rumah untuk mengirim atau menerima data.
Li-fi(Light Fidelity), pertama kali diperkenalkan oleh Harald Hass dari University of Edinburg, Inggris. Mulai Oktober 2011, perusahaan yang dibentuk Li-Fi adalah untuk mempromosikan kecepatan tinggi sistem optik nirkabel dan untuk mengatasi kelemahan dari sistem nirkabel yang ada (Wi-Fi).

            Teknologi Li-Fi(Light Fidelity) ini menggunakan LED(Light Emiting Diode) untuk mengirimkan data ke penerima dengan perubahan intensitas cahaya yang begitu cepat sehingga tidak dapat dilihat oleh mata manusia.


Kelebihan dari Li-Fi
1.     Li-Fi lebih murah daripada Wi-Fi.
2.    Li-Fi dapat digunakan di daerah sensitif elektromagnetik seperti di pesawat terbang dan pembangkit listrik tenaga nuklir.
3.    Tidak seperti Wi-Fi, yang kapasitasnya terbatas, Li-Fi tak terbatas kapasitasnya. Spektrum cahaya Li-Fi  adalah 10.000 kali lebih besar dari Wi-Fi.
4.  Li-Fi menjanjikan kecepatan transfer yang lebih cepat dibanding Wi-Fi
5.    Li-Fi mampu mencapai kecepatan 10 Gbps.
6.    Pemancar LED, yang ditempatkan secara merata, sehingga koneksi internet di dalam ruangan tetap stabil.
7.    Karena cahaya tidak bisa menembus dinding, sehingga penggunaan Li-Fi lebih aman daripada Wi-Fi.
8.    Li-Fi juga mampu menyediakan konektivitas nirkabel dirumah tanpa takut terjadi kebocoran sinyal.
Kelemahan dari Li-Fi:
1.     LiFi memiliki range yang kecil, karena jarak antara receiver dengan transmitter harus dekat.
2.    Karena cahaya tidak bisa menembus dinding, sehingga penggunaan Li-Fi hanya sebatas ruangan yang terdapat cahaya dari Li-Fi.

Oleh karena itu, sampai sekarang Li-Fi masih terus dikembangkan.

No comments:

Post a Comment